Seluruh bagian bodinya dibalut bahan sintetik berwarna biru. Untuk mewujudkan ide ini, Guntur mendapat bantuan dari spesialis desain interior sintetik Cheerful yang berlokasi di bilangan Tomang, Jakarta Barat. Apa enggak takut kena air hujan? ”Hmm, enggak juga sih. Soalnya mobil ini bukan mobil sehari-hari,” tutur pemuda yang merayakan ulang tahun saban 20 Juni ini. Senada dengan eksteriornya, bagian interior juga mendapat balutan bahan yang sama dari Cheerful. Untuk “menyelimuti” eksterior dan interiornya dengan motif macam ini, Guntur mengaku telah menghabiskan dana Rp.40 juta.
Rabu, 12 Maret 2008
AUTOBLACKTHROUGH Final Battle 2007 : Car Review – Peugeot 206 "Sedan Berselimut"
AUTOBLACKTHROUGH Final Battle 2007 : Full Fiber Super White BMW Fusionalize, Kurang di Kaki-Kaki
Ekin mengaku sudah dua kali mengikuti event Autoblackthrough ini pada tahun yang sama yaitu Bandung dan Jakarta. Keantusiasannya untuk mengikuti ajang otomotif terbesar Indonesia merupakan semangat yang patut dipuji dari remaja 19 tahun berdomisili Bogor ini. Dua tim dibagi dalam pengerjaan 6 bulan yaitu interior dan eksterior dimana ide dan konsepnya merupakan gagasan Ekin dan sharing dengan Excess Car Audio.
Tampilan luar dibuat dengan cutting stiker berfokus pada “kepala hijau” Fusion di hood-nya yang membalut full costum white body kit. Pada bagian interior belakang, Ekin memagari ruang pintu dengan full fiber yang menyimpan 2 unit subwoofer 12” dan dengan sengaja mengalirkan kebisingan ke seat kemudi dan penumpang. (Wah kondisi gendang telinga Ekin gimana kabarnya yah...), inovatif dan nuansa jazzy sexy green terlihat pada keseluruhan dan lighting mobil. Pakaian yang dikenakan Ekin pun seakan menyesuaikan tema yang berusaha dibawanya.
AUTOBLACKTHROUGH Final Battle 2007 : Porshe Carrera S - Menembus Batas Puncak
Fakta ini bisa dilihat di perhelatan Final Battle Autoblackthrough 2007 (3 - 4 November 2007) di Hall B, JCC, Jakarta. Porsche Carrera S tahun 2002 milik Amin Sutiono, pemilik rumah modifikasi Autostyle di Sunter Griya Kemayoran, Jakarta berubah jadi makin garang dan sporti.
Masuk ke interior, jok kulit menggunakan buatan Mastrotto. Cat dashboard orange seperti eksteriornya menggunakan Spies Hecker. Di sektor audio, headunit dipertahankan bawaan Porsche. Perubahan dilakukan pada input power amplifier Kicker Type 1000x5 dan subwoofer Kicker Solo Baric 10-inci.
Hasilnya? Pastinya makin garang dan sporti. Ccckkk... [derry/timABT]
Modifikasi Audio Honda Stream 1.7, Saat Kemampuan Bertemu Prestasi.
Untuk kategori SQ, ada empat kelas yang dipertandingkan, yaitu kelas 10, kelas 25, kelas 50, dan kelas Car Theater. Dan Honda Stream 1.7 yang fotonya tengah Anda lihat ini, merupakan kontender yang paling banyak memborong prestasi. Turun di dua kelas SQ sekaligus, kelas 25 dan kelas 50, mobil milik Yefri Darwy ini membawa pulang dua piala yang cukup prestisius. "Untuk kelas SQ 25, saya jadi juara satu. Dan untuk kelas 50, saya jadi juara dua," ungkap Yefri, yang memang berprofesi sebagai instaler audio di Mac Audio, Makassar.
Yefri Darwy dan Tim
Dan agar arus listrik tetap stabil, Yefry tak lupa memasok kapasitor bank Helix 1,0 mikro farad. Untuk kabel power, kabel RCA, dan kabel speaker dipilih lansiran Interlude, namun khusus untuk kabel RCA menggunakan Interlude Upgrade.
Dengan tingkat peredam akustik pada kabin mobil yang telah dimodifikasi, keluaran aliran suara SQ di mobil ini memang cukup mumpuni. Nuansa front staging khas aliran SQ ’jatuh’ tepat di bagian tengah dashboard. "Posisi maksimum tetap pada posisi driver. Dan untuk mendengarkan setting suara paling ideal, posisi kursi dimundurkan sampai posisi mentok ke belakang, dan posisi duduk agak menyandar dalam," imbuh Yefry.
Modikasi Ekstrim, Antara Elegan, Sport, dan Show Car
Setiap manusia mempunyai karakter dan kesenangan yang berbeda-beda, begitu juga terhadap mobil modifikasi ekstrim. Parin Budiman, modifikator Auto Design menjelaskan, agar terjadi keserasian antara mobil dan pemilik, modifikasi ekstrim harus sesuai dengan karakter pemiliknya. Misalnya, kaum eksekutif yang sehari-hari berpenampilan elegan, kurang cocok mengendarai mobil modifikasi sport, tipe pria seperti ini hanya cocok mengendarai mobil dengan modifikasi elegan,
Ada tiga jenis modifikasi ekstrim, yaitu elegan, sport, dan show car. Bagian yang dimodifikasi biasanya velg, bodi, interior, mesin dan kaki-kaki. Begitu juga dengan modifikasi ekstrim elegan yang biasanya ditandai dengan pergantian velg yang lebih besar yaitu 19 ince, bodi menjadi lebih ceper (pendek-Red), interior elegan, misalnya ada tempat wine, jok sofa mewah dan sound system yang mahal.
"Untuk elegan, mobil yang dimodifikasi biasanya mobil premium keluaran Eropa, karena bodi premium Eropa lebih besar dan indah. Bukan berarti premium Jepang tidak bisa dimodifikasi, bisa saja! Cuma tingkat peminatnya tidak sebanyak seperti mobil premium Eropa," ujar pria kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1978 ini.
Penggemar modifikasi ekstrim elegan biasanya adalah kaum eksekutif mapan, usia 35 tahun ke atas. "Mobil sudah menjadi gaya hidup buat orang-orang seperti ini. Mobil melambangkan kepribadian dan prestasi. Semakin indah dan mahal biaya modifikasinya, maka semakin tinggi pula prestasinya," tambah Parin.
Kecepatan Ekstrim Sport
Agak berbeda dengan elegan, modifikasi ekstrim sport lebih berjiwa muda. Selain mengganti velg, ban, bodi, audio dan jok, mesin juga ikut dirombak, tujuannya agar tenaga mesin bertambah kuat. Karena modifikasi sport ditujukan bukan semata untuk penampilan tapi juga untuk olahraga reli.
Itulah yang menyebabkan Derri Arfiandi, pria lulusan Universitas Trisakti ini merombak Honda Jazz keluaran 2004-nya menjadi lebih ekstrim. "Tema dari modifikasi saya adalah extreme racing style. Jadi, yang saya lakukan full extreme modifikasi yang dipadukan dengan gaya mobil balap," kata Derri.
Pada bagian bawah yaitu velg dan ban, Derri melangkapi Jazz-nya dengan velg 5Zigen 18 inci. Sedangkan untuk ban, Derri menggunakan Pirelli 285/35 18 (depan) dan Toyo 235/35 18 (belakang). Audio, menggunakan subwoofer Visonik 12 D22pc, subwoofer Visonik 10 D42 pc, speaker coaxial Visionik 6 satu set, speaker coaxial Visionik tiga set, power Venom 4100 empat channel, power Venom 460 empat channel, TV Indash Oris dan TV Skplosont (depan), TV LCD 15 compact (belakang), head unit DVD Pioneer 5050 DVH, lampu led custom dan peredam Deromat.
Sebelumnya, Derri pernah memodifikasi mobilnya dengan tema alam. Setelah merasa bosan, ia mengubahnya dengan tema ekstrim dan bergaya balap. Pekerjaannya pun relatif singkat, sekitar dua bulan. Mobil pertama yang ia modifikasi adalah Honda City keluaran tahun 1996. Menurutnya, tiap mobil yang akan dimodifikasi mempunyai karakter kesulitan tersendiri."Setiap mobil tidak sama. Saya suka Honda karena bentuknya lebih fleksibel untuk dimodifikasi," cerita penggemar mobil Jepang ini.
Hal serupa disampaikan oleh Parin Budiman, mobil produksi Jepang paling cocok untuk ekstrim sport. Ekstrim sport paling banyak digemari generasi muda saat ini, anak SMA dan kuliah, dengan usia 17-25 tahun. Anak muda paling suka mobil berkarakter sport yang bisa diajak ngebut."Agar mobil bisa lari cepat, peralatan dan aksesoris yang dipakai adalah alat-alat ringan, karena kalau berat maka mobil tidak bisa dibawa ngebut," tambah Parin.
Estetika Show Car
Mobil dengan modifikasi ekstrim show car biasanya hanya digunakan untuk perlombaan dan dipajang. Maka jangan heran bila mobil-mobil seperti ini tidak akan terasa nyaman dikendarai. Penggemar modifikasi ekstrim show car tidak mempedulikan kenyamanan, tapi estetika. Kepuasan yang diperoleh bukan hanya saat mengendarainya, tapi saat orang memberikan komentar dan berdecak kagum.
Berbeda dengan elegan dan sport yang terbatas pada mobil-mobil tertentu, modifikasi tipe ini dapat menggunakan semua jenis mobil, termasuk mini bus, truk dan pick up. Itu karena modifikasi ekstrim show car mengandung unsur gila, dimana yang tidak mungkin, bisa menjadi mungkin. Misalnya, ada televisi di dalam lampu atau ada akuarium dalam mobil. Kunci keberhasilan show car adalah harus dapat menarik perhatian banyak orang.
Menurut Parin, mobil seperti ini kebanyakan bukan untuk dipakai, tapi untuk perlombaan. Wajar bila tingkat kesulitan dalam memodifikasinya lebih tinggi, karena merombak semua unsur, baik interior maupun eksterior, bahkan membutuhkan biaya sampai ratusan juta rupiah. Ini hanya dilakukan oleh orang yang benar-benar gila akan modifikasi.
Itulah yang di lakukan oleh Henry Dian P. Setiap melihat mobil Henry, orang pasti akan bertanya-tanya, mobil apakah itu? Tak tanggung-tanggung, Henry memotong atap BMW 318i E46 sehingga terbuka lebar. Semenjak SMA, pengelola bengkel Dian Mobil ini sudah mulai suka memodifikasi mobil, Seiring perjalanan waktu, Henry kerap mengikuti ajang pameran dan kontes mobil modifikasi. Awalnya, ia ikut pamerar modifikasi di kategori cat. Semenjak itu iapun mulai tertarik lebih dalam di bidang modifikasi mobil. "Pertama kali saya mencoba eksperimen cat, dan dari situ saya semakin tertarik untuk meng-explore segalanya. Ternyata banyak sisi yang bisa diungkap dari sebuah mobil,"
Diakui oleh pria lulusan Harvard University, USA, jurusan manajemen dan Boston University, Amerika, jurusan teknik indusrit ini, bahwa modifikasi BMW-nya dengan kapasitas sebagai show car telah menelan biaya sampai ratusan juta rupiah. Untuk tema modifikasi BMW 3181 E46 ini, Henry mengambil tema Space Chameleon (Bur glon Ruang Angkasa). Tema itu jelas terpancar dari cat di badan mobil dan ruang interiornya yang mirip ruang angkasa dan air brushnya yang mirip binatang bunglon Warnanya yang hijaupun semakin memperkuat karakter bunglon. Dengan desain yang revolusioner itu, Henry berhasil meraih predikat "The King" di ajang Ivans Auto Modified 2005 dan The King Auto Salon Surabaya 2005.